Table of Contents
Sambungan merupakan titik krusial pada instalasi plambing, banyak kegagalan instalasi yang terjadi akibat dari pemasangan sambungan pipa yang tidak benar, pemilihan metode penyambungan yang tepat sesuai dengan material pipa dan kebutuhan instalasi merupakan salah satu upaya untuk bisa menciptakan rangkaian instalasi perpipaan yang baik.
Instalasi perpipaan memiliki berbagai macam metode sambungan yang beragam disesuaikan dengan material produk tersebut. Seperti pipa dengan material unplasticized Poly(vinyl) Chloride (uPVC) yang memiliki dua metode penyambungan yaitu Solvent Cement joint atau yang lebih dikenal dengan lem PVC dan Rubber Ring joint.
Pada pipa dengan material High Density Polyethylene memiliki 3 metode penyambungan yaitu Butt Fusion, Electro Fusion dan Mechanical Joint. Dari ketiga metode tersebut memiliki kegunaannya masing masing, yaitu:
- Mechanical Joint: Direkomendasikan untuk sambungan dia. 20 mm s/d dia. 63 mm
- Heat Fusion/Butt Fusion: Direkomendasikan untuk sambungan dia. > 63 mm
- Electro Fusion: Direkomendasikan untuk penyambungan pada daerah sulit dan perbaikan/repairing instalasi diameter 20 mm s/d 400 mm
Sedangkan pada untuk mengalirkan air panas seperti pipa PPR (Polypropylene Random) Type III menggunakan metode penyambungan socket fusion dan pipa PE-RT (Polyethylene Raised Temperature) menggunakan metode push fit joint. Beberapa metode penyambungan yang telah disebutkan tadi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu fix joint untuk metode penyambungan yang tidak dapat dilepas dan flexible joint untuk metode penyambungan yang masih dapat dilepas dan dipasang lagi. Adapun klasifikasi metode penyambungan pipa terdapat di bawah ini:
Untuk pipa dengan material dan standard produk berbeda dapat disambung dengan metode khusus seperti penggunaan flange joint dan thread joint, seperti pada beberapa studi kasus di bawah ini:
1. Rucika Black – Rucika Exoplas
Rucika Black dengan material HDPE secara umum menggunakan metode penyambungan butt fusion/electrofusion/mechanical joint sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas, sedangkan untuk pipa Rucika Exoplas disambungkan dengan metode rubber ring joint. Untuk menyambungkan dua pipa dengan material dan standard produk berbeda dapat menggunakan metode penyambungan flange joint berstandar ISO dengan diameter pipa >63 mm. Apabila flange yang digunakan tidak menggunakan standar ISO, maka perlu dilakukan modifikasi diameter dalam flange.
2. Rucika Kelen Green – Rucika Kelox
Untuk menyambungkan pipa Rucika Kelen Green dengan Rucika Kelox yang memiliki varian diameter kecil yaitu DN 16, 20 dan 25 dapat disambung menggunakan fitting yang memiliki ulir. Seperti fitting Rucika Kelen Green – Male Thread Joint dengan ulir luar dapat disambung dengan fitting Rucika Kelox Protec – Adaptor Female dengan ulir dalam.