30 September 2022,

admin_rucika

Air Bersih dan Sanitasi sebagai Upaya Pola Hidup Sehat

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) telah membuat program pembangunan berkelanjutan atau sering disebut dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Tujuan dari SDGs adalah pembangunan yang menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, pembangunan yang menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, pembangunan yang menjaga kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang menjamin keadilan dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya (sdgs.bappenas.go.id).

SDGs memuat 17 poin salah satu diantaranya yaitu poin nomor 6 yang berbunyi “Menjamin Ketersediaan dan Manajemen Air dan Sanitasi yang Berkelanjutan untuk Semua Orang”. Lebih dari 300 tahun planet Bumi telah kehilangan lebih dari 85% lahan basah, sebanyak lebih dari 733 juta populasi dunia tinggal di negara dengan tekanan air yang kritis, setidaknya 3 juta orang ketergantungan terhadap air yang tidak terjaga kualitasnya. Target dari SDGs poin 6 adalah tercapainya air minum, sanitasi dan kesehatan pada tahun 2030 yang meningkat sebanyak 4 kali dari saat ini. 

 

SDG

Sumber: https://sdgs.un.org/goals/goal6

 

Berdasarkan data WHO dan UNICEF tahun 2019 menunjukkan sekitar 25 juta penduduk Indonesia masih belum menggunakan fasilitas sanitasi. Lebih dari 9% rumah tangga masih melakukan praktik Buang Air Besar (BAB) secara terbuka (BPS, 2018). Berdasarkan data dari UNICEF sebanyak 1 dari 30 anak meninggal sebelum memasuki usia Sekolah Dasar yang disebabkan oleh diare, dengan rentang 1 dari 10 anak berada di beberapa kabupaten di Indonesia timur. Di Indonesia pengurangan praktik Buang Air Besar (BAB) secara terbuka memerlukan perhatian khusus, hal ini untuk mengurangi pencemaran feses pada lingkungan termasuk air tanah yang digunakan sebagai sumber air minum.

Di Indonesia penggunaan air tanah sebagai sumber air minum masih sering dilakukan, untuk itu menjaga kualitas air sebagai sumber air minum sangat diperlukan guna mencegah berbagai macam penyakit yang berpotensi timbul akibat dari air minum yang tercemar. Untuk mewujudkan tercapainya SDGs no 6 selain dengan membangun infrastruktur yang memadai bagi masyarakat, dapat didukung dengan memberikan edukasi akan pentingnya pola hidup bersih dan sehat. Minum menggunakan air matang, tidak melakukan praktik Buang Air Bersih (BAB) sembarangan, dan mandi dua kali sehari menggunakan air bersih.

-ARI-

Share This Post :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Mari Jaga Ketersediaan Air Bersih dengan Pipa yang Tepat

22 Desember 2025

Sumber : Badan Pusat Statistik Sebanyak 92,64% rumah tangga telah memiliki akses terhadap sumber air...

Rahasia Rumah Nyaman? Tips Sederhana yang Bikin Betah Sepanjang Hari

17 Desember 2025

Table of ContentsKebersihan adalah Kunci UtamaPenataan Ruang yang Rapi dan FungsionalPencahayaan yang Tepat Membuat Suasana...

Sejarah dan Inovasi Pipa Rucika Hadirkan Solusi Total Sistem Perpipaan

9 Desember 2025

Plambing merupakan sistem yang digunakan untuk menyalurkan air yang berhubungan dengan pipa dengan peralatannya yang...

OUR PRODUCTS

SORT BY