Mengapa Pemanenan Air Hujan Jadi Solusi Penting bagi Ketahanan Air Indonesia?

Saat musim hujan, banyak wilayah di Indonesia dilanda banjir. Namun ketika musim kemarau tiba, air justru menjadi barang langka. Kondisi yang tampak bertolak belakang ini hampir selalu berulang setiap tahun. Pertanyaannya, mengapa air hujan yang melimpah saat musim penghujan tidak bisa dimanfaatkan saat musim kering? Salah satu penyebab utamanya adalah perubahan tata guna lahan yang
Cuaca Ekstrem dan Dampaknya terhadap Infrastruktur Air Bersih di Indonesia

Cuaca ekstrem semakin sering terjadi di Indonesia. Dalam beberapa waktu terakhir, hujan dengan intensitas tinggi melanda berbagai wilayah seperti Sumatera dan Aceh, menyebabkan banjir dan longsor yang berdampak luas pada kehidupan masyarakat. Tidak hanya merusak pemukiman dan fasilitas umum, kondisi ini juga mempengaruhi infrastruktur air bersih, yang menjadi kebutuhan dasar sehari-hari. Perubahan tata guna lahan
AIR MAKIN LANGKA : KEHIDUPAN TERANCAM

Sekitar dua per tiga populasi global manusia di dunia atau sekitar 4 miliar jiwa mengalami kelangkaan air setidaknya selama sebulan dalam setahun 1. Peningkatan permintaan dan penurunan kuantitas serta kualitas air akibat perubahan iklim menjadi faktor penyebab kelangkaan ini. Air merupakan kebutuhan mendasar bagi kelangsungan hidup manusia. Namun, dari seluruh air yang ada di bumi,
PERUBAHAN IKLIM: MANUSIA SEBAGAI PEMERAN UTAMA

Revolusi Industri yang dimulai sejak tahun 1760 menandai awal perubahan kadar CO2 [1]. Penggunaan bahan bakar fosil meningkat secara signifikan, sehingga menyebabkan kenaikan kadar CO2. Pada awal Revolusi Industri, kadar CO2 berada di angka 280 parts per million (ppm). Kini, kadar CO2 telah melebihi 400 ppm secara global. Peningkatan karbon dioksida memiliki hubungan erat dengan