21 Juni 2022,

admin_rucika

Bioswale Sebagai Alternarif Solusi Penanganan Genangan Air Hujan

Setiap musim penghujan datang maka ancaman genangan dan banjir selalu terjadi di kota-kota besar di Indonesia. Untuk menghindari dampak yang meluas, mitigasi bencana harus dilakukan dengan tepat dan optimal. Usaha-usaha yang sudah dilakukan oleh pemerintah adalah pembuatan sumur resapan, kolam resapan dan lubang biopori. Namum usaha-usaha tersebut dirasa masih kurang optimal untuk mengurangi ancaman banjir dan genangan yang diakibatkan oleh limpasan air hujan padasaat musim penghujan.

Hujan yang mengakibatkan genangan sering kita jumpai hampir diseruluh jalan protol di kota-kota besar Indonsia. Genangan yang lambat surut karena debit hujan yang turun tidak sebanding dengan kapasitas saluran drainase yang ada. Untuk mengurangi dampak genangan akibat debit hujan yang turun selain memperbesar ukuran drainase aliran usaha lainnya adalah dengan pembuatana Bioswale. Apa itu Bioswale??

Bioswale adalah sistem rembesan air hujan alami yang diatasnya terdapat tanaman, bunga serta semak belukar. Adapun jenis tanaman yang bisa ditanam diatas Bioswale adalah tanaman tifa, melati air, alang-alang dan philo kuning. Bioswale juga memiliki fungsi untuk menghilangkan lumpur dan polusi dari air limpasan air hujan permukaan (surface runoff).

Bioswale

Untuk bahan konstruksi Bioswale terdiri dari pasir, batu split dan sabut kelapa/ijuk untuk menyaring serta bagian paling bawah akan dipasang pipa yang dilubangi untuk menampung air yang akan diteruskan kedalam tanah atau sebagai konservasi air. Dengan pembuatan Bioswale ini kita harapkan titik-titik genangan akibat limpasan air hujan pada permukaan dapat segera teratasi sehingga aktifitas masyarakat setelah hujan reda dapat berjalan seperti sediakala tanpa ada rasa kehawatiran akan genangan air hujan.

 

-JDW-

Share This Post :

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

OUR PRODUCTS

SORT BY

OUR PROJECTS