fbpx

Cara Menentukan Diameter Pipa Sistem Penyediaan Air Minum

Cara Menentukan Diameter Pipa Sistem Penyediaan Air Minum

Air merupakan kebutuhan utama manusia. Oleh karena itu pengelolaan sumber air harus dilakukan dengan bijak yang salah satunya adalah sistem perpipaan. Sistem perpipaan merupakan bagian terpenting dalam pengelolaan air, khususnya penyediaan air minum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat agar mendapatkan kehidupan yang sehat, bersih dan produktif. Salah satu cara memenuhi penyediaan air minum adalah dengan mengembangkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Berdasarkan Permen PU No. 18 tahun 2007 pengembangan SPAM adalah kegiatan yang bertujuan membangun, memperluas, dan/atau meningkatkan sistem fisik (Teknik) dan non-fisik (kelembagaan, manajemen, keuangan, peran masyarakat, dan hukum) dalam kesatuan yang utuh untuk melaksanakan penyediaan air minum kepada masyarakat menuju keadaan yang lebih baik.

Oleh karena itu, penentuan diameter dalam jaringan perpipaan harus dilakukan dengan tepat dan akurat. Hal ini dikarenakan diameter pipa akan berpengaruh terhadap debit air yang akan digunakan oleh masyarakat agar tidak berlebih dan tidak kekurangan. Secara umum, cara menentukan diameter pipa pada sistem penyedian air minum dari sumber menuju ke pengguna (sistem gravitasi) adalah sebagai berikut :

  1. Kebutuhan Debit Air

Kebutuhan total debit air bertujuan untuk mengetahui apakah sumber air pada wilayah tersebut dapat digunakan. Kebutuhan air minum pada suatu wilayah bergantung kepada jumlah penduduk dan tingkat konsumsi penduduk pada wilayah tersebut. Berkaitan dengan jumlah penduduk perlu diperhitungkan hingga 10 tahun kedepan, hal ini karena sesuai dengan umur perencanaan SPAM. Berdasarikan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM kebutuhan air minum yaitu 30 liter per orang per hari, faktor pengaliran 1.1 dan faktor kehilangan air sebesar 20%.

  1. Data Perhitungan

Untuk mengetahui diameter pipa ada beberapa metode yang dapat digunakan, salah satunya adalah berdasarkan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM. Variabel yang diperlukan adalah nilai kemiringan atau Gradien Hidrolis dan panjang jaringan air yang dibutuhkan. Jika perbedaan tinggi ini lebih kecil dari 100 meter, tidak diperlukan bak pelepas tekan (BPT). Jika perbedaan tinggi ini lebih besar dari 100 meter, diperlukan BPT, dipasang pada daerah yang sesuai, pada ketinggian 100 meter di atas titik terendah. Berikut adalah persamaanya :

            I           : Gradien Hidrolis

            H1       : Elevasi sumber air

            H2       : Elevasi titik akhir pipa transmisi di tambah 20 m

            L          : Panjang jalur pipa transmisi utama

Setelah didapatkan nilai gradien hidrolis, Langkah selanjutnya adalah menyesuaikan dengan tabel di bawah untuk mendapatkan diameter pipa.

Tabel 1. Pemilihan diameter pipa PVC
Tabel 2. Pemilihan diameter pipa galvanis

SHARE

rucikaadmin

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Blog Terkait

BLOG

NEWS

Load More

TERBARU

rucika adalah perusahaan yang bergerak dalam menproduksi dan mengembangkan sistem pengaliran di indonesia dengan mode perpipaan. Untuk harga pipa air dari rucika sangat terjangkau keseluruh masyarakat indonesia.

Scroll to Top