Gas Bumi Sebagai Upaya Ketahanan Energi Nasional

Gas Bumi Sebagai Upaya Ketahanan Energi Nasional

Gas bumi merupakan energi primer ketiga yang paling banyak digunakan di dalam negeri setelah minyak bumi dan batubara. Untuk itu gas bumi memegang peranan penting dalam kebijakan bauran energi (energy mix policy) di Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan bahwa cadangan minyak bumi di Indonesia akan tersedia hingga 9,5 tahun mendatang, sementara umur cadangan gas bumi Indonesia mencapai 19,9 tahun.

Saat ini, cadangan minyak bumi nasional sebesar 4,17 miliar barel dengan cadangan terbukti (proven) sebanyak 2,44 miliar barel. Sementara data cadangan yang belum terbukti sebesar 2,44 miliar barel Gas Bumi sebagai Upaya Ketahanan Energi Nasional

Kementrian ESDM sendiri telah merancang Rencana Induk Jaringan Transmisidan Distribusi GasBumi Nasional (RIJTDGBN) sebagai blueprint yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam membangun rencana pembangunan jaringan Gas di seluruh Indonesia.

Hal tersebut tertuliskan dalam revisi terbaru Kepmen ESDM 2700 K/11/MEM/2012 yang memuat Peta Transmisi dan Wilayah Jaringan Distribusi (Open Access), Ruas Dedicated Hulu, Ruas Dedicated Hilir, Ruas Kepentingan Sendiri dan Wilayah Distribusi Jaringan Kota yang menggambarkan blueprint pada tahun 2012-2025.

(Sumber: Kepmen ESDM 2700 K/11/MEM/2012)

Dalam pembangunan jaringan gas diharapkan tidak hanya memenuhi pasokan rumah tangga di hilir, namun juga dapat memenuhi kebutuhan sumber energi pada pemenuhan kebutuhan pasokan listrik yang meningkat, PLN membutuhkan pasokan gas bumi yang besar untuk pembangkit listrik tenaga gas, dan juga penggunaan gas bumi sebagai bahan baku di sektor industri yang digunakan untuk bahan baku pupuk dan petrokimia.

Dalam pembangunan jaringan gas dari hulu ke hilir diperlukan ketelitian dalam menggambarkan peta jaringan utilitas bawah tanah yang tepat, mengingat gas merupakan zat yang mudah terbakar.

Pada transmisi utama bertekanan tinggi (16-25 bar) dan tekanan menengah (4-16 bar) pipa carbon steel merupakan pilihan dalam aplikasinya, pada tekanan rendah (1-4 bar) di industri/komersial dan tekanan rumah tangga (0.03-1 bar) penggunaan pipa PE sangat direkomendasikan, hal ini mengingat Pipa PE memiliki keunggulan yaitu fleksibilitas, ringan, tahan retak dan juga variatif dalam metode penyambungannya seperti butt fusion dan electro fusion.

Rucika hadir sebagai Solusi Total Sistem Perpipaan melalui Rucika Gas, merupakan Pipa tanam dalam tanah berbahan Polyethylene dengan jenis Medium Density Polyethylene (PE 80) berwarna kuning yang digunakan untuk saluran distribusi gas. Rucika Gas memiliki varian produk yang beragam mulai dari OD 20 mm hingga OD 500 mm, dengan kemampuan tekanan kerja hingga 4 bar.

Dengan demikian, peran minyak dan gas bumi (migas) masih sangat dominan dalam menjaga Ketahanan Energi Nasional hingga tahun 2050, namun penggunaannya perlu diikuti dengan pengelolaan yang baik, mengingat gas merupakan energi yang tidak dapat diperbaharui.

ARI

SHARE

rucikaadmin

rucikaadmin

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Blog Terkait

BLOG

NEWS

Load More

TERBARU

rucika adalah perusahaan yang bergerak dalam menproduksi dan mengembangkan sistem pengaliran di indonesia dengan mode perpipaan. Untuk harga pipa air dari rucika sangat terjangkau keseluruh masyarakat indonesia.

Scroll to Top