31 Agustus 2022,

admin_rucika

Lakukan Hal Ini, Jika Ingin Mendapatkan Umur Pakai Pipa Yang Maksimal

Sahabat Rucika, sudah tahukah kamu cara mendapatkan umur pakai pipa yang maksimal?  namun sebelum itu, kami akan menjelaskan dahulu beberapa jenis pipa air untuk keperluan distribusi air bersih dan air limbah yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Pipa PVC

PVC kepanjangan dari Poly Vinyl Chloride, pipa ini menjadi produk termoplastik yang paling banyak digunakan saat ini terutama untuk pemasangan di saluran air. Alasannya karena pipa ini memiliki banyak sekali manfaat yang bisa digunakan. Selain untuk keperluan distribusi air pipa jenis ini bisa juga digunakan untuk keperluan non air seperti untuk pelindung kabel listrik yang tertanam di dalam tanah atau dinding. Pipa jenis PVC digunakan untuk distribusi air bersih dan air limbah, memiliki 2 jenis kelas yaitu kelas AW dan kelas D.

  1. Pipa PPR

Pipa dan fitting yang dibuat dari material Polypropylene Random Type 3 yang mengacu pada standar EN ISO 15874-2 untuk pipa dan EN ISO 15874-3 untuk fitting. Seperti material jenis HDPE, bahan baku produk ini kuat dan lentur, tidak mudah retak dan rusak, sesuai dengan sertifikat drinking water berdasarkan Permenkes 492 tentang persyaratan kualitas air minum. Secara umum jenis pipa ini dapat digunakan untuk instalasi alat-alat sanitasi dan saluran higienis, seperti pada sistem instalasi air panas, sistem instalasi air dingin dan chiller, instalasi air bersih bertekanan untuk proyek-proyek bangunan bertingkat dan industri sebagai distribusi air minum.

  1. Pipa HDPE

Pipa HDPE atau singkatan dari High Density Polyethilene adalah polimer termoplastik yang terbuat dari proses pemanasan minyak bumi. Sifatnya keras, tahan terhadap suhu tinggi, kuat dan dengan elastisitas tinggi. Sehingga pipa HDPE banyak digunakan didaerah dengan kontur tanah yang berbeda, curam, rawan gempa, longsong dan tanah labil. Keberadaan pipa HDPE sudah diakui keunggulannya dan sering digunakan untuk pipa industri, perkebunan, pertambakan, jaringan air bersih, hingga pertanian kerena bentuknya yang cocok digunakan untuk kondisi lahan yang sulit.

  1. Pipa Multilayer

Pipa multilayer merupakan pipa yang terdiri dari beberapa lapisan pada badan pipa. Ada beberapa material yang biasa digunakan dalam jenis pipa multilayer seperti PE-RT (polyethylene-raised temperature), PEX (crosslinked polyethylene), aluminium dan material lainnya. Pipa multilayer biasanya bersifat lentur sehingga mudah dibengkokan dan sistem penyambungannya tanpa menggunakan lem (push fit), membuat instalasi pipa multilayer ini lebih cepat dan hemat. Selain itu, kelebihan lainnya adalah tahan akan suhu panas dan dingin mulai dari 0° – 80°C dan memiliki diameter 16 – 25mm sehingga sangat tepat diaplikasikan untuk rumah tinggal seperti instalasi pemanas air, instalasi pendingin ruangan dan instalasi air minum karena sudah berstandar foodgrade.

Pada dasarnya, kendala yang muncul pada kerusakan saluran air umumnya berawal dari persiapan yang kurang matang, pemahaman tentang kebutuhan saluran pipa yang kurang tepat, ditambah instalasi sambungan yang buruk merupakan kombinasi yang dapat mempercepat usia pakai pipa air. Bukan perkara sederhana, saluran air yang dibangun di bawah tanah, menyatu dengan pondasi Gedung, atau dipasang dengan jalur rumit di sekitar rumah, terpaksa harus dibongkar. Terutama saat permasalahan sudah dianggap tidak lagi mampu di toleransi.

Untuk menghindari hal terbut, ada baiknya Sahabat Rucika melakukan beberapa persiapan. Mulai dari mempelajari tipe saluran air yang akan dibangun, produk pipa yang digunakan, proses penyambungan hingga proses perawatan. Kombinasi beberapa hal diatas dapat memperpanjang usia pipa untuk beragam kebutuhan saluran air. Untuk memulainya, berikut tips yang bisa Sahabat Rucika lakukan sebagai berikut :

  1.     Kenali jenis saluran yang akan dibangun

Pemilihan jenis pipa dapat disesuaikan dengan kebutuhan saluran air yang hendak dibangun. Setiap kebutuhan saluran memiliki spesifikasi khusus seperti jenis pipa dan tekanan kerja. Saluran air bersih misalnya, kebutuhan ini umumnya membutuhkan produk pipa dengan ketahanan terhadap tekanan lebih. Karena saluran pipa air bersih membutuhkan dorongan pompa air dari tempat rendah ke tempat yang lebih tinggi. Sementara untuk saluran air buangan membutuhkan karakter pipa yang lebih sederhana, karena pada dasarnya saluran air buangan hanya mengandalkan garvitasi sebagai dorongan air. Kebutuhan ini biasanya membutuhkan pipa dengan spesifikasi tekanan rendah.

  1.     Ketahui kebutuhan tekanan saluran

Untuk kebutuhan jenis pipa yang digunakan dibedakan berdasarkan desain dan jenis saluran air yang mengalir didalamya. Misalnya untuk saluran air bersih, saluran limbah, saluran buangan dan sebagainya. Beberapa produk Pipa PVC ditawarkan secara khusus, seperti pipa PVC SDR-41 untuk saluran air limbah, pipa PVC SNI Rubber Ring Joint untuk saluran air bersih bertekanan atau Pipa PVC kelas D untuk saluran air buangan tidak bertekanan, kebutuhan aliran air hujan di bangunan dan sebagainya. Setiap produk didesain memiliki kelebihan masing-masing, sehingga saat digunakan untuk kebutuhan yang tepat, hal tersebut akan sejalan dan membuat pipa berumur Panjang. Sehingga penggunaannya pun optimal dalam hal perawatan dan finansial.

  1.     Pahami prosedur penyambungan yang tepat

Disadari atau tidak oleh kita, meski terkesan sederhana, proses penyambungan pipa PVC tidak dapat dilakukan secara asal. Karena hal ini bisa berdampak pada munculnya permasalahan di kemudian hari. Misalnya untuk metode penyambungan solvent cement atau lem pipa PVC, penggunaan bahan perekat terlalu banyak atau tidak rapi dapat membuat bagian sambungan mudah bocor, dan bahkan rusak karena reaksi kimia yang ditimbulkan. Tak hanya itu, penggunaan sistem penyambungan rubbering joint kerap juga bermasalah, meski prosesnya dapat dilakukan dengan mudah dan sederhana. Kesalahan paling sering terjadi adalah penggunaan sabun sebagai pengganti lubrikan. Sabun memiliki tingkat keasaman tinggi, dan mudah merusak bagian karet, sehingga membuat bagian sambungan mudah bocor dan rusak.

  1.     Lakukan perawatan secara rutin

Beberapa produk pipa membutuhkan mekanisme perawatan berjangka. Misalnya untuk saluran limbah domestik, lemak sisa makanan dan sejenisnya kerap mengendap dan menjadi kerak dalam jangka waktu tertentu. Tanpa penanganan secara tepat bagian ini akan membuat sumbatan tersendiri dan pada akhirnya saluran air tidak berfungsi. Oleh karena itu, perlu proses perawatan secara rutin untuk menghilangkan bagian tersebut, sehingga memperpanjang usia pipa.

Dengan menerapkan beberapa langkah diatas seperti kenali dahulu jenis saluran yang akan dibangun, ketahui berapa kebutuhan tekanan dalam instalasi saluran, pemahaman jenis sambungan yang tepat dan lakukan perawatan secara rutin, maka hal-hal tersebut akan mengoptimalkan umur pakai pipa secara maksimal.

-JDW-

Share This Post :

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

OUR PRODUCTS

SORT BY

OUR PROJECTS