24 Januari 2022,

ECliST

Makanan dari Masa ke Masa

Zaman dahulu makanan hanya digunakan untuk memenuhi rasa lapar. Pada zaman pra sejarah manusia mendapatkan makanan dengan cara berburu, yang menggunakan peralatan sederhana. Masakan pada abad pertengahan mencakup makanan, kebiasaan makan, dan cara memasak dari berbagai kebudayaan Eropa selama Abad Pertengahan, dalam kurun waktu sekitar abad ke-5 sampai abad ke-16. Sereal masih merupakan bahan pokok terpenting sepanjang awal Abad Pertengahan sebab beras diperkenalkan belakangan ke Eropa dan kentang baru diperkenalkan pada tahun 1536, yang mana baru di kemudian hari dikenal secara luas.

Selai, oat dan gandum hitam bagi kaum miskin, dan gandum bagi kaum penguasa, dimakan sebagai roti, bubur, bubur sumsum dan pasta oleh semua lapisan masyarakat. Pada abad ke XII di China telah mengenal cara pembuatan mie sebagai makanan pokok. Perkembangan makanan secara pesat terjadi setelah perang dunia ke II terutama di benua Eropa dimana makanan asing seperti bakmi, cap cay, nasi goreng, gado-gado, dll mulai mendapatkan perhatian. 

Seiring dengan perkembangan zaman, makanan tidak hanya digunakan untuk memenuhi rasa lapar, tetapi juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi dan bagian dari gaya hidup. Pada saat ini, teknik untuk mengolah makanan meliputi pemilihan bahan, cara memasak, dan pengawetan yang semakin beragam. Perkembangan ini berbanding lurus dengan perkembangan industri makanan Banyak industri makanan siap saji yang menghasilkan produk makanan beku, kering, hingga minuman.

Rucika PP3
Rucika PP3

Kelancaran proses produksi pada pabrik makanan tidak lepas dari kebutuhan air di dalamnya, baik air bersih untuk kebutuhan produksi dan air buangan hasil dari produksi makanan. Air buangan sisa produksi memerlukan perhatian khusus, agar bisa tersalurkan dengan baik. Pemilihan pipa yang dapat menahan suhu panas dari air buangan sangat diperlukan. Rucika PP3 merupakan hasil dari kerjasama antara Rucika dengan Valsir, Italia, yang menjadi solusi dari kebutuhan industri untuk mengalirkan air buangan.

Rucika PP3 terbuat dari material polypropylene yang mampu menahan suhu tinggi dari air buangan panas hingga 80OC secara terus menerus dan suhu 90OC untuk sesaat. Selain itu, Rucika PP3 memiliki permukaan dalam yang licin, dengan nilai surface roughness sebesar 0.007 mm, hal ini sangat penting karena dapat meminimalisir sedimentasi dari air buangan sisa produksi yang mengandung banyak lemak, sehingga endapan lemak pada pipa air buangan dapat dikurangi.

Endapan Lemak Pada Pipa
Endapan Lemak Pada Pipa

ARI

Share This Post :

Share on linkedin
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

OUR PRODUCTS

SORT BY

OUR PROJECTS