20 September 2023,

admin_rucika

Mengenal Berbagai Jenis Valve

Sistem plambing merupakan salah satu sistem krusial dalam perencanaan suatu bangunan. Perencanaan sistem plambing dalam bangunan bertingkat akan berpengaruh terhadap ketersediaan air bersih dan juga penyaluran air bersih dan kotor. Sistem perencanaan plambing pada bangunan bertingkat perlu dipasang dengan baik karena terkait distribusi dan tekanan air serta pembuangan limbah sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar.

Berbicara terkait dengan tekanan air, fitting menjadi komponen krusial dalam perencanaan sistem plambing. Diperlukan pemilihan untuk fitting yang tepat dengan ketahanan terhadap tekanan yang optimal agar sistem yang dirancang dapat berjalan dengan baik dan efisien. Salah satu fitting yang banyak digunakan di dalam perencanaan bangunan bertingkat adalah valve.

Di dalam sistem plambing, valve adalah sebuah perangkat yang mengatur, mengendalikan dan mengarahkan aliran fluida dengan cara membuka, menutup, atau menghambat sebagian aliran tersebut. Valve adalah alat mekanis yang berfungsi untuk mengendalikan aliran dan tekanan di dalam sistem perpipaan.

Fungsi dari valve diantaranya :

  1. Untuk menutup dan membuka aliran dengan syarat, ketika terbuka memiliki hambatan aliran dan pressure loss yang minimum
  2. Untuk mengatur aliran, dengan cara menahan aliran dengan perubahan arah atau menggunakan suatu hambatan bisa juga dengan kombinasi keduanya
  3. Untuk mencegah aliran balik (back flow),
  4. Untuk mengatur tekanan, dalam beberapa aplikasi valve, tekanan yang masuk (line pressure) harus dikurangi untuk mencapai tekanan yang diinginkan.

Dalam dunia perpipaan bangunan bertingkat, ada dua jenis valve yang memiliki kemiripan dalam bentuk dan fungsi. Dua valve tersebut antara lain : ball valve dan gate valve. Kedua valve tersebut memiliki karakteristiknya masing-masing.

1. Gate Valve

Fungsi gate valve hanya untuk membuka dan menutup aliran fluida saja, valve ini tidak dapat berfungsi sebagai pengatur tekanan dan debit aliran fluida dalam sistem perpipaan. Gate valve bekerja menggunakan roda putar yang tersambung dengan penutup aliran air berbentuk diska. Ketika roda ball valve diputar menurun, maka diska akan turun dan menutup aliran air, sebaliknya ketika diputar naik, maka diska akan terangkat dan aliran air kembali berjalan. Apabila valve hanya terbuka atau tertutup sebagian lama kelamaan akan merusak kondisi valve tersebut.

Untuk menutup atau membuka gate valve dibutuhkan putaran penuh atau bahkan ada gate valve yang di desain untuk membuka atau menutup penuh dengan beberapa kali putaran handle.

Semakin banyak putaran handle yang dibutuhkan untuk membuka atau menutup gate valve maka akan mengurangi potensi terjadinya water hammer dalam sistem perpipaan.

 

2. Ball Valve

Memiliki fungsi yang sama dengan gate valve untuk membuka maupun menutup aliran fluida dalam jalur perpipaan, ball valve memiliki perbedaan pada kecepatan buka/tutup katup dengan gate valve. Ball Ball valve dapat dibuka atau ditutup dengan cepat, hanya dengan membuka seperempat putaran, atau 90°. Karena ini pula ball valve juga kadang disebut quarter turn valve.

Bagian dalam valve ini terdapat sebuah bola yang tersambung langsung ke bagian handle. Bola ini memiliki lubang yang posisinya sejajar dengan handle valve karena itu ketika diputar terbuka, fluida akan mengalir melewati lubang stoppernya. Ball valve kurang akurat dalam hal mengatur aliran fluida, karena itu fungsinya kurang cocok digunakan untuk mengontrol debit dan tekanan.

Handle ball valve biasanya berbentuk tuas lurus, sehingga ketika terbuka akan terlihat lurus sejajar dengan pipa, sedangkan apabila tertutup akan terlihat tegak lurus bersilangan dengan pipa. Karena mudah terlihat ketika terbuka atau tertutup, banyak teknisi perpipaan yang menyukai ball valve dan menggunakannya pada lokasi-lokasi yang tinggi.

Namun di sisi lain, karena handlenya berbentuk tuas sehingga butuh ruang untuk beroperasi dengan baik, ball valve tidak dapat dipasang pada lokasi yang sempit. Di dalam valve ini ada bagian terpenting yaitu sebuah bola yang dinamakan ball disc valve. Disk ini berlobang lurus dari satu sisi ke sisi yang lain dan dipasang sejajar dengan arah aliran fluida pada body valve. Disc valve ini terhubung langsung dengan bagian handle valve yang dioperasikan dari luar body valve.

Ball valve tidak cocok apabila digunakan untuk mengontrol aliran fluida pada sebuah system, karena nilai akurasi dari aliran yang melalui valve ini memiliki nilai toleransi tinggi. Membuka atau menutup ball valve dengan cepat dapat mengakibatkan tekanan balik fluida yang menyebabkan water hammer.

Rucika melalui produk terbarunya yaitu Rucika Ball Valve / Stop Keran merupakan produk lokal yang diproduksi dengan teknologi Jepang. Dibandingkan dengan produk sejenisnya, stop keran  ini lebih kuat dan anti slip, dengan keunggulan diantaranya socket lebih panjang dan kokoh, dudukan ring kuat menahan tekanan dan anti bocor dan gagang yang bergerigi.

 

LKU

Share This Post :

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

OUR PRODUCTS

SORT BY