26 Januari 2022,

ECliST

Menutup Pintu untuk Pasukan Kotor

Pernahkah sahabat RUCIKA mencium bau tidak sedap dari lubang drainase di lantai? Tidak hanya mencium bau, bahkan seringkali ketika kondisi lembab terdapat beberapa ekor hewan seperti kecoa yang keluar dari lubang drainase tersebut. Akan lebih mengerikan lagi bila hewan yang keluar adalah tikus atau sejenisnya.

Kondisi terciumnya bau yang tidak sedap dan keluarnya hewan seperti kecoa dianggap hal yang lumrah terjadi di perumahan di Indonesia, terlebih lagi bila berada di lingkungan yang buruk, hal seperti itu justru dianggap suatu hal yang memang seharusnya terjadi.

Bila berbicara soal lingkungan sekitar rumah yang buruk dalam arti tidak sehat, tentunya kita berbicara hal yang kompleks. Karena yang menjadikan suatu lingkungan tidak sehat bukan hanya disebabkan dari satu faktor. Banyak faktor yang mempengaruhinya, dari perilaku dan sikap kita sendiri sampai ke perencanaan tata kota. Pastinya banyak hal yang tidak bisa kita selesaikan sendiri.

Memiliki lingkungan tempat tinggal yang nyaman dan sehat tentunya impian setiap individu manusia yang sehat. Walaupun pada prakteknya tidak semua dari kita bisa mendapatkan lingkungan seperti itu melainkan harus melakukan upaya lebih untuk menciptakannya dengan tindakan nyata.

Sebelum kita melakukan perbaikan lingkungan tempat tinggal agar menjadi lebih sehat, ada baiknya kita melakukan perbaikan terlebih dahulu pada rumah kita. Karena perubahan kecil dari rumah dapat mempengaruhi kondisi lingkungan sekitar.

Beberapa contoh kecil yang dapat kita lakukan pada skala rumah yaitu, memastikan sampah organik (sisa bahan makanan) kita pisahkan dan ditempatkan pada tempat sampah tertutup yang kedap air untuk mencegah sampah ini menjadi makanan bagi hewan – hewan tersebut. Kemudian memasang saringan pada drainase wastafel dapur untuk mencegah masuknya sisa makanan ke dalam saluran drainase. Menggunakan grease trap untuk mencegah minyak agar tidak ikut hanyut dalam saluran drainase. Kemudian memastikan semua lubang drainase dilengkapi dengan penjebak bau seperti fitting P-Trap.

Hal – hal diatas akan sangat membantu menciptakan rumah terbebas dari hewan seperti kecoa dan tikus. Tetapi pada kondisi lingkungan yang memang sudah tidak sehat barisan hewan – hewan tersebut seperti sudah menunggu untuk menggempur masuk ke dalam rumah kita.

Bukan hanya mencari makanan, bisa jadi mereka melakukan eksplorasi untuk mencari tempat tinggal baru. Bila kondisinya seperti ini tentunya penjebak bau seperti P-Trap tidak akan banyak membantu. Karena seperti namanya, fitting ini hanya dikhususkan untuk menjebak atau mencegah bau dari luar masuk ke dalam ruangan.

Lalu upaya apalagi yang dapat kita lakukan untuk menghindari lubang drainase kita diserbu hewan – hewan tersebut? Hal mudah lain yang dapat kita lakukan adalah menutup lubang drainase tersebut dari luar. Tentunya sahabat RUCIKA akan kontra dengan ide tersebut.

Tetapi nyatanya memang cara paling mudah adalah menutup lubang drainase, tentunya tidak dengan fitting cap. Kita dapat menggunakan RUCIKA SPECIAL FITTING-BACKFLOW Valve yang termasuk di dalam kategori Rucika Hygienic Systems. Fitting ini berfungsi sebagai pintu keluarnya air drainase dari instalasi plambing rumah ke saluran drainase kota.

Cara kerjanya pun simple tetapi memiliki manfaat yang besar. Katup akan otomatis terbuka ketika ada aliran air dan akan segera menutup kembali ketika aliran air sudah berhenti, sehingga hewan – hewan yang sering berkeliaran pada saluran drainase kota tidak dapat masuk ke dalam instalasi pipa drainase. Maka rumah pun tidak hanya terhindar dari bau tidak sedap tetapi juga dari pasukan – pasukan kotor yang membawa penyakit.

Dari saluran drainase kita ciptakan rumah yang lebih nyaman dan sehat, untuk kita dan keluarga!

CFS

Share This Post :

Share on linkedin
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

OUR PRODUCTS

SORT BY

OUR PROJECTS