Web
Analytics Made Easy - StatCounter
Rahasia Bersihnya Air Sungai dan Selokan di Jepang

Rahasia Bersihnya Air Sungai dan Selokan di Jepang

sungai yang airnya sangat jernih

Jepang merupakan salah satu negara maju yang sangat peduli dengan kebersihan lingkungan. Apabila anda pernah berkunjung ke negeri sakura tersebut, tentu anda akan terheran-heran saat melihat selokan dan sungai disana yang airnya sangat jernih sampai bisa menjadi tempat hidup berbagai jenis ikan. Lalu apa sih rahasia bersihnya air sungai dan selokan di Jepang? berikut penjelasannya:

 

Alasan Pertama: Aturan pembuangan sampah yang sangat ketat

Tahukah anda bahwa ternyata sebelum tahun 1972 Jepang tidak sebersih sekarang? Pada saat itu, sampah menjadi salah satu persoalan terbesar di Jepang. Sama seperti Indonesia saat ini, sampah-sampah di Jepang saat itu memenuhi sungai, laut dan jalanan. Melihat hal ini, pemerintah Jepang dengan sigap memberlakukan peraturan pembuangan sampah yang sangat ketat. Peraturan ini sampai sekarang terus berkembang menjadi lebih kompleks. Sampah-sampah dipisahkan menjadi cukup banyak jenis dan dibuang di hari-hari yang berbeda pula (sampai ada kalender khususnya). Adapun contoh pembagian sampahnya kurang lebih sebagai berikut:

  1. Sampah mentah: sampah dapur seperti potongan sayur, ayam, ikan, dll. Seminggu dibuang 2 kali dengan kantong sampah khusus
  2. Sampah kering: kertas, baju, dll. Seminggu dibuang sekali
  3. Sampah kering tahan api: sepatu, cd, dvd, dryer, dll
  4. Sampah plastik: Segala jenis plastik yang harus dibersihkan lebih dulu
  5. Sampah botol dan kaleng: Juga harus dibersihkan dahulu
  6. Sampah koran, majalah dan buku
  7. Sampah elektornik: tv, ac, dll
  8. Sampah daun, bunga, ranting
  9. Sampah berbahaya: pecahan kaca, sprei, dll
  10. Sampah furnitur besar: meja, lemari, dll
  11. Sampah baju bekas layak pakai

Dengan aturan seketat ini, jangankan membuang sampah ke sungai dan selokan. Membuang sampah tidak pada tempatnya (sesuai kategorinya) saja akan terkena sanksi yang cukup berat. Mulai dari denda, sampah dikembalikan ke rumah, sampai sanksi sosial.

Alasan Kedua: Air kotor dan bekas (sabun) tidak dimasukkan ke selokan

Berbeda dengan di Indonesia yang semua jenis air buangan (mulai dari air sabun, air lemak, air tinja sampai air hujan) bisa masuk ke selokan ataupun sungai, selokan dan sungai di Jepang hanya diperuntukkan untuk air hujan saja. Lalu kemana air-air limbah lainnya dibuang? Setiap rumah dan gedung di Jepang sudah dilengkapi dengan saluran pipa khusus yang akan mengalirkan semua jenis air limbah (kecuali air hujan) ke bangunan STP (Sewerage Treatment Plant). Di bangunan STP inilah semua air kotor tersebut akan diolah lebih dulu sebelum dilepas kembali ke lingkungan.

Setiap bangunan STP di Jepang dibagi berdasarkan wilayahnya masing-masing dan tersedia di beberapa titik di setiap daerah. Bangunan STP ini dikelola oleh badan pemerintah dan setiap bangunan di Jepang akan dikenakan biaya pengolahan untuk setiap air limbah yang dihasilkannya. Dengan peraturan biaya seperti ini, masyarakat juga dipaksa agar lebih berhemat untuk membuang limbah cairnya.

Di Indonesia, sistem dengan bangunan STP komunal juga sudah mulai diterapkan di daerah-daerah seperti Jakarta Pusat, Bali, dll. Beberapa developer perumahan elit juga sudah mulai meniru konsep tersebut. Ayo kita doakan agar sistem ini juga dapat segera diterapkan di seluruh wilayah Indonesia lainnya agar tercipta lingkungan air yang bersih di Nusantara. Jangan lupa untuk setiap kebutuhan pipanya dapat menggunakan pipa Rucika yang juga menggunakan standar perpipaan yang sama dengan Jepang.

KAR

Sumber: city-cost.com, kompasiana.com & arah.com

Leave us your thought