25 Oktober 2022,

admin_rucika

RUCIKA, Pipa yang Berwawasan Lingkungan

Perubahan iklim bumi atau yang biasa disebut climate change menjadi isu yang hangat dibicarakan saat ini terutama oleh para aktivis peduli lingkungan. Pemerintah di seluruh dunia bekerjasama untuk membuat kebijakan – kebijakan yang mengedepankan aspek lingkungan dengan harapan dapat memperbaiki lingkungan kedepannya atau pilihan terburuk adalah paling tidak dapat memperlambat berubahnya iklim dunia. Kebijakan – kebijakan dari pemerintah ini pun melahirkan kebijakan – kebijakan lain dan ide – ide dari berbagai macam kalangan yang peduli terhadap isu ini.

Dewasa ini sudah banyak kampanye yang bertujuan untuk membuat masyarakat peduli terhadap isu ini, dengan maksud agar masyarakat memiliki pola pikir yang mengedepankan aspek lingkungan dalam setiap tindakannya. Karena brilian apapun sebuah kebijakan dari pemerintah tidak akan berjalan apabila tidak didukung oleh masyarakatnya. Sebuah kota modern dengan sarana dan prasarana canggih pun akan menjadi percuma apabila pola pikir masyarakatnya tertinggal, tidak sejalan dengan perkembangan kota. Contoh sederhana, pemerintah menyiapkan tempat sampah untuk dua jenis sampah berbeda, organik dan anorganik. Namun, masih banyak masyarakat yang tidak bisa membedakan mana sampah organik dan mana sampah anorganik. Ada juga golongan masyarakat yang telah mengetahui perbedaannya, tetapi tetap abai terhadap hal ini, tidak peduli terhadap pentingnya memilah sampah sejak awal. Sifat dan perilaku seperti inilah yang tidak mungkin bisa diubah secara instan oleh pemerintah, hanya kesadaran tiap individu lah yang mampu merubahnya.

Berangkat dari kesadaran akan pentingnya mengedepankan aspek lingkungan, beberapa organisasi pun merancang dan menyusun peraturan-peraturan yang mendorong para pelaku usaha baik pengembang hunian, industri dan lainnya untuk ikut peduli akan isu ini. Karena kita pun tahu, semua bangunan pasti akan memakan lahan yang bisa jadi sebelumnya adalah lahan hijau yang dapat menghasilkan oksigen dan area serapan air. Selain itu juga setiap bangunan pastinya menggunakan material – material yang tentunya melalui berbagai macam cara dalam proses produksinya.

Saat ini tidak hanya area lahan pembangunan yang menjadi perhatian melainkan juga material – material yang digunakan dalam bangunan tersebut. Seperti yang telah dibahas di atas bahwa setiap material bangunan diproduksi melalui berbagai macam tahapan, dimana setiap tahapan membutuhkan sumber daya yang beragam. Sumber daya ini menjadi salah satu aspek yang juga menentukan apakah sebuah produk dapat dikatakan memperhatikan aspek lingkungan atau tidak. Contohnya seperti penggunaan sumber daya air sebagai salah satu bahan yang digunakan dalam proses produksi. Bagaimana perusahaan memanfaatkan air itu, apakah perusahaan memiliki kebijakan yang ramah lingkungan untuk penggunaan air itu seperti recycle, reuse atau reduce. Hal seperti ini menjadi perhatian karena penggunaan air yang tidak bijak memiliki efek domino yang bisa jadi efeknya tidak terasa di lokasi sekitar produksi atau bahkan tidak akan langsung terasa dalam waktu dekat. Contoh pendek efek domino dari penggunaan sumber daya air adalah ketika terus menerus memanfaatkan air yang masih “baru” dalam proses produksi bisa saja proses tersebut tidak hanya mengurangi jumlah air yang dapat dimanfaatkan manusia tetapi juga bisa mencemari udara, air dan tanah.

Bagaimana bisa? Jadi air bersih yang digunakan untuk proses produksi pun pasti melalui proses produksi juga untuk mencapai kualitas yang telah ditentukan. Bisa jadi dalam proses mencapai kualitas air yang ditentukan membutuhkan mesin aerator yang mana mesin ini menghasilkan emisi gas buang yang dapat mencemari udara baik sedikit maupun banyak. Pembahasan ini baru berbicara soal penggunaan sumber daya air terhadap kualitas udara, bayangkan betapa banyaknya sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan sebuah produk dan berbagai potensi dalam tiap tahapan yang dapat merusak lingkungan. Maka dari itu saat ini ada penilaian terhadap produk finish good yang mengedepankan aspek lingkungan melalui sertifikasi Green Label yang mana di Indonesia dikeluarkan oleh GBCI melalui verifikasi lapangan oleh IAPMO Group Indonesia.

PT. Wahana Duta Jaya Rucika sebagai perusahaan yang peduli terhadap isu lingkungan ini juga memiliki sertifikat Green Label untuk beberapa produknya baik yang berstandar SNI atau pun produk dengan standar non SNI. Tentunya dengan produk ini PT. Wahana Duta Jaya Rucika melalui merek RUCIKA saat ini tidak hanya berkomitmen untuk mengalirkan air ke seluruh penjuru negeri tetapi juga menjaga lingkungan untuk generasi penerus. Karena kualitas lingkungan saat ini akan berpengaruh pada kualitas dan kuantitas air yang dapat digunakan di masa depan. Jadi mulai sekarang sebaiknya kita lebih bijak dalam memilih produk – produk yang akan kita digunakan baik untuk keperluan pribadi maupun komersial.

 

-CFS-

Share This Post :

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

OUR PRODUCTS

SORT BY

OUR PROJECTS