Zero Run-off Untuk Pengendalian Banjir Di Jakarta

Zero Run-off Untuk Pengendalian Banjir Di Jakarta

Saat ini hampir seluruh daerah di Indonesia sudah memasuki musim penghujan. Hampir setiap hari hujan turun membasahi tanah Ibu Pertiwi. Hujan merupakan satu di antara karunia yang diturunkan Tuhan kepada hamba-Nya. Hujan bukan hanya tentang tetesan air karena hujan adalah simbol cinta dari langit untuk bumi. Hujan membawa air untuk kehidupan kita sehari-harinya. Tidak hanya bagi manusia, tetapi juga untuk seluruh makhluk hidup, baik binatang maupun tumbuh-tumbuhan.

Air hujan merupakan sumber air yang berlimpah, terutama pada musim penghujan. Sebaliknya bila air hujan tidak dikelola dengan baik maka dapat menimbulkan bencana seperti banjir dan tanah longsor. Karena itu sangatlah penting untuk mengelola air hujan sebaik-baiknya, yaitu dengan cara menampung air hujan dan kemudian meresapkannya kembali ke dalam tanah.

Upaya pembuatan sumur resapan untuk air hujan agar meresap kembali ke dalam tanah adalah suatu usaha yang sangat baik untuk memelihara dan melestarikan potensi air tanah. Disamping itu, infiltrasi air hujan ke dalam tanah juga dapat mencegah penurunan muka tanah.

Limpahan air hujan yang tidak terkendali membuat masalah banjir. Usaha dalam menerapkan teknik drainase menjadi pilihan yang tepat dalam rangka menghadapi global warming yaitu sistem drainase air hujan berwawasan lingkungan. Jakarta merupakan kota yang menjadi langganan banjir. Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional memerlukan sarana dan prasarana yang memadai. Akibatnya tekanan terhadap sumber daya lahan semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Lahan yang semula berfungsi sebagai resapan air hujan, memperlambat kecepatan aliran permukaan, dan menampung aliran permukaan, diubah menjadi bangunan perkantoran/komersial dan pemukiman, sehingga mengakibatkan banjir dan kekeringan yang meningkat besarannya.

Pengendalian banjir pada dasarnya adalah mengatur seberapa besar bagian air hujan yang menjadi surface run off mengalir ke sungai dan selanjutnya ke laut, tanpa mengganggu aktivitas manusia. Untuk mengurangi surface run off dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu: menampung air hujan dan meningkatkan kapasitas infiltrasi air hujan. Peningkatan infiltrasi pada permukaan air tanah akan mengalir menjadi dua bagian: subsurface runoff dan perkolasi ke air tanah, yang dalam jangka panjang mengalir ke sungai atau ke laut.

Dalam pengaturan surface run off diperlukan kombinasi antara peningkatan infiltrasi dan penampungan air hujan. Pengaturan aliran air ini dilakukan dengan menampung air hujan sebanyak-banyaknya dan sebagian diresapkan ke dalam tanah, sehingga sangat sedikit (bahkan mendekati nol) aliran permukaan yang dikeluarkan dari kawasan tertentu, inilah yang dimaksud dengan zero run off.

Parameter untuk menghitung seberapa besar persentase curah hujan yang menjadi surface run off adalah koefisien aliran/run off (C). Pada lahan di Jakarta koefisien aliran sudah mendekati nilai 90 persen, artinya bila terjadi hujan 90 persen akan menjadi aliran dan 10 persen tertahan di permukaan atau diresapkan dalam tanah. Penerapan konsep zero run off pada lahan terbangun ini sangat efektif, dari lahan yang mempunyai koefisien aliran 90 persen menjadi nilai nol.

Sudah sepatutnya kita berpikir untuk membangun dan menciptakan konstruksi yang mampu menahan, serta dapat meresapkan air hujan yang cocok untuk diaplikasikan di kota-kota besar seperti Jakarta dan daerah penyanggah ibu kota lainnya. Kita yakin upaya kreatif dan inovatif secara terus-menerus didukung partisipasi seluruh lapisan masyarakat niscaya akan mampu memecahkan problematika kuantitas air ini. PT Wahana Duta Jaya Rucika telah mengembangkan sistem baru untuk mengatasi hal tersebut yaitu Rucika Rainwater System, sebuah sistem pengendalian air hujan.

Rucika RainWater System sebagai resapan air hujan
Rucika RainWater System sebagai resapan air hujan

Penetration : RUCIKA RAINWATER SYSTEM menyimpan air hujan sementara dalam sistem, dan akan meresapkannya ke dalam tanah secara perlahan. Secara ekologis air hujan dikembalikan menjadi air tanah.

Rucika RainWater System sebagai penyimpanan air hujan
Rucika RainWater System sebagai penyimpanan air hujan

Storage : RUCIKA RAINWATER SYSTEM menyimpan air hujan dalam sistem, untuk selanjutnya dapat digunakan untuk keperluan yang sesuai.

Rucika Rainwater System dapat digunakan secara terpisah atau terhubung dengan sistem lain seperti drainase atap, drainase jalan, saluran dan sistem drainase lainnya. Rucika Rainwater System dapat digunakan untuk penyimpanan air sementara, dimana struktur unit Rucika Rainwater System di bawah tanah dibungkus dengan geomembrane kedap air. Berfungsi sebagai sumur resapan, Rucika Rainwater System dapat digunakan juga sebagai alternatif pembuangan air hujan dengan meresapkan air hujan ke dalam tanah, untuk itu diperlukan pembungkus permeable geotextile.

Dengan begitu Rucika Rainwater System menyediakan sebuah konsep Green dan solusi khusus untuk memenuhi kebutuhan pengelolaan air hujan untuk sektor infrastruktur dan permukiman sehingga dapat mendukung kelestarian lingkungan dengan menerapkan prinsip Reduce, Reuse, Recycle, Refuse, Repair (5R).

JDW

SHARE

rucikaadmin

rucikaadmin

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Blog Terkait

BLOG

NEWS

Load More

TERBARU

rucika adalah perusahaan yang bergerak dalam menproduksi dan mengembangkan sistem pengaliran di indonesia dengan mode perpipaan. Untuk harga pipa air dari rucika sangat terjangkau keseluruh masyarakat indonesia.

Scroll to Top